TEKNOLOGI GAME
Game/permainan adalah sesuatu yang sangat digemari
oleh anak-anak hingga orang dewasa. Game berarti “hiburan”. Permainan game juga
merujuk pada pengertian sebagai “kelincahan intelektual” (intellectual
playability). Sementara kata “game” bisa diartikan sebagai arena keputusan dan
aksi pemainnya. Ada target-target yang ingin dicapai pemainnya. Kelincahan intelektual,
pada tingkat tertentu, merupakan ukuran sejauh mana game itu menarik untuk
dimainkan secara maksimal.
Beberapa waktu lalu istilah “game” dalam Bahasa Indonesia adalah
“permainan” identik dengan anak-anak selaku pemain. Tentunya dalam permainan
itu suatu kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak yang menurut mereka itu dapat
menyenangkan hati mereka. Segala bentuk kegiatan yang memerlukan
pemikiran, kelincahan intelektual dan pencapaian terhadap target tertentu
dapat dikatakan sebagai game. Tetapi yang akan dibahas pada kesempatan ini
adalah game yang terdapat di komputer, baik off line maupun online.
Saat ini perkembangan games di komputer sangat cepat. Para
pengelola industry game berlomba-lomba untuk menciptakan game yang lebih nyata
dan menarik untuk para pemainnya. Hal inilah yang membuat perkembangan games di
komputer sangat cepat. Sehingga games bukan hanya sekedar permainan untuk mengisi
waktu luang atau sekedar hobi. Melainkan sebuah cara untuk meningkatkan
kreatifitas dan tingkat intelektual para penggunanya.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI GAME
Teknologi
Game Generasi Pertama (1952-1975)
Teknologi game rupanya diciptakan pertama kali oleh A.S. Douglas
pada tahun 1952 di University of Cambridge. Douglas mendemonstrasikan game
buatannya melalui tesis dalam rangka mengenai interaksi antara komputer dan
manusia. Game pertama yang ada di dunia ini ternyata sangat simpel, yakni
sebuah permainan Tic-Tac-Toe atau XOXO yang diprogram menggunakan komputer
EDSAC vaccum-tube, dimana komputer ini memiliki layar CRT (Cathode Ray Tube).
Tesis serta teknologi game yang diulas oleh A.S Douglas membuat
banyak orang terinspirasi. Bahkan pada tahun 1958 kemudian, William Higinbotham
serta menciptakan game Tennis for Two yang dimainkan di osiloskop. Sama dengan
Douglas, game ini juga masih sangat sederhana. Antarmukanya sendiri menampilkan
lapangan tennis dari samping dan masih sangat terbatas.
Teknologi
Game Generasi Kedua (1976-1983)
ada generasi kedua,
teknologi game berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Masa ini dikenal
dengan hadirnya grafik 8 bit atau kurang lebih 4 bit dalam sejarah komputer dan
video game. Karena di tahun 1976, teknologi game berhasil dihidupkan kembali
oleh Fairchild bersama karyanya yaitu VES (Video Entertainment System). Dalam
dekade generasi kedua ini, banyak perusahaan yang menciptakan teknologi game
berbasis konsol. Seperti Fairchild Channel F, Magnafox Odyssey versi 2, Attari
2600, hingga Attari 5200.
Dari berbagai besutan
tersebut, perusahan-perusahan lain ternyata tidak dapat mengalahkan teknologi
milik Attari 2600. Bahkan pada tahun 1980, berbagai produsen konsol baru
bermunculan dan menjadikan Atari 2600 sebagai desain dan konsep dasar. Sehingga
perkembangan game menjadi semakin maju.
Teknologi
Game Generasi Ketiga (1983-1986)
Menurunnya penjualan konsol game tidak membuat
perusahaan lain menghentikan produksinya. Bahkan pada akhir tahun 1983 silam,
konsol game baru buatan Nintendo yakni Famicom/Nintendo Entertainment System
(NES) resmi diluncurkan. Lebih hebatnya lagi, FAMICOM merupakan konsol game
pertama yang menampilkan gambar dan animasi beresolusi tinggi. Dan kehadiran
perangkat ini tentu saja disambut baik oleh masyarakat di seluruh dunia. Bahkan
game legendaris yaitu Super Mario juga pertama kali muncul di perangkat besutan
Nintendo dan Famicon ini.
Teknologi
Game Generasi Keempat (1988-1993)
Melejitnya penjualan Nintendo bersama Super
Mario-nya ternyata bertahan beberapa lama. Hal ini terbukti pada tahun 1988,
Nintendo kembali mengeluarkan konsol game barunya dengan generasi 16 bit
sekaligus membawa perubahan drastis pada gameplay, tata suara, grafik, dan lain
sebagainya. Konsol game baru buatan Nintendo akhirnya disambut hangat oleh
dunia.
Konsol game baru milik Nintendo yakni SNES
(Super Nintendo Entertainment System) memang dapat menyaingi SEGA Megadrive
pada tahun 1990 silam. Namun berselang setahun kemudian, SEGA meluncurkan game
berjudul Sonic the Hedgehog, yang akhirnya menarik pecinta game. Karena secara
kualitas gameplay, grafik, dan lain sebagainya tentu game ini jauh lebih baik
ketimbang Super Mario milik Nintendo. Dan akhirnya Sonic the Hedgehog resmi
menjadi saingan berat Super Mario.
Teknologi
Game Generasi Kelima (1994-1999)
Untuk menyaingi Nintendo
dan SEGA, lama tidak terdengar akhirnya Atari kembali meluncurkan konsolnya
yaitu Atari Jaguar yang memiliki kecanggihan setara SNES dan Mega Drive. Namun
sayangnya, penggunaannya yang lebih sulit membuat pecinta game kurang tertarik.
Bahkan di generasi ini juga Sony untuk yang pertama kali mengeluarkan konsol
game berbasis CD. Dan kemudian mengeluarkan Playstation yang menggunakan
teknologi 32 bit.
Kedua konsol buatan Sony
akhirnya berhasil menuai kesuksesan dan merebut perhatian para pecinta game.
Konsol berbasis CD-nya saja menjadi salah satu konsol game terlaris sepanjang
masa jauh mengalahkan Nintendo dan SEGA. Tentu saja merasa tersaingi, kemudian
Nintendo kembali mengeluarkan konsol baru yakni Nintendo 64 dan SEGA merilis
SEGA Saturn yang diciptakan untuk mengalahkan dominasi konsol besutan Sony.
Teknologi
Game Generasi Keenam (2000-2013an)
Meskipun meluncurkan
konsol barunya, tapi nyatanya Nintendo dan SEGA tetap tidak bisa mengalahkan
penjualan Playstation milik Sony. Bahkan pada tahun 2000, Sony semakin
merajalela dengan merilis Playstation 2 berbasis DVD dengan tampilan jauh lebih
baik dari semua konsol milik Nintendo dan SEGA. Kehadiran Playstation 2
akhirnya meninggalkan jauh teknologi game milik kedua perusahaan yang bersaing
ketat di generasi-generasi sebelumnya. Satu-satunya konsol yang dapat menyaingi
Sony yakni hanya milik Microsoft yang diberi nama Xbox. Persaingan ketat
tersebut akhirnya juga membuat SEGA mengakui kekalahannya dan mereka justru
lebih memilih berkonsentrasi di bidang pembuatan game konsol.
Meskipun mendapat
saingan baru, Xbox milik Microsoft ternyata tetap tidak mampu menyaingi
persaingan Playstation 2. Pada era tersebut, Playstation 2 menjadi pemuncak
penjualan tertinggi untuk konsol game.
Teknologi
Game Generasi Keenam (Sekarang)
Perkembangan konsol game semakin menjadi pada
masa-masa ini, tiga perusahaan teknologi konsol game yaitu Sony, Microsoft, dan
Nintendo masih bersaing dan terus mengeluarkan konsol-konsol game versi baru
buatan mereka. Sony kembali mengeluarkan Playstation 3-nya dan meneruskan
hingga sekarang Playstation 4. Nintendo masih berusaha bangkit dengan
meluncurkan Nintendo Wii, dan Microsoft memperkenalkan Xbox 360 hingga terbaru
Xbox One. Meskipun demikian, Microsoft dan Nintendo masih tidak dapat
mengalahkan konsol game Playstation 4 milik Sony. Terlebih lagi baru-baru ini
juga semakin meningkat perkembangan sistem game online yang tentu saja
melibatkan player-vs-player. Keseruan tersebut membuat banyak pengguna game
yang meninggalkan game-game single player bernotaben membosankan.
PENDAPAT PRIBADI MENGENAI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI GAME
Perkembangan teknologi game menurut pribadi saya untuk sekarang ini sangat tidak memuaskan karena game-game saat ini mengembangkan sistem "microtransaction" yang dimana pemain harus membayar lebih untuk menikmati konten tambahan didalam game tersebut. pada jaman sebelum-sebelumnya kita bermain game yang dimana sekali bayar kita bisa menikmati game itu selamanya, namun untuk sekarang game-game kelas AAA seperti EA, Activision dan lain-lain menerapkan sistem microtransaction di dalam game mereka yang membuat para pemain harus merogoh kantong lebih dalam untuk game tersebut. Terlebih lagi belum skin-skin yang limited edition yang dimana kita harus membayar lebih untuk memiliki skin itu dan ada juga dimana game tersebut "Pay to win" yang membuat pemain harus membayar lebih jika ingin memenangkan permainan dengan mudah.
Namun dari itu semua masih banyak developer-developer game yang masih mementingkan kepuasan pemain tanpa harus membayar lebih tetapi bisa menikmati game nya. Setelah itu, pesatnya perkembangan tekologi game, beberapa developer mengembangkan teknologi game yang dimana kita bisa merasakan bagaimana rasanya ada di dalam game yaitu teknologi VR (virtual reality). Teknologi dimana kita bisa merasakan berada di dalam game, tetapi untuk menikmati teknologi ini tidaklah mudah dan murah karena alat yang disediakan masih sedikit dan harganya yang mahal, namun terlepas dari itu semua dalam beberapa tahun kedepan kita dapat menikmati teknologi itu dengan mudah.
bermain dengan virtual reality
Daftar pustaka :
